I want to tell my experience thus only time with him..
He ..
He is the figure of a man who was very beautiful beginning
a man who I think is perfect
a man who can make me always smiling, happy, and color .. :)
but .. all her thoughts to me only a mere chimera.
Changing day by day in that month that made me regret.
He changed her like do not love me anymore ..
I'm confused why he like that.
But I still believe he's like that because he wanted to be a success would be his future ..
Be patient when he was my key like that.
But my patience has limits.
Until finally one day a gray week
He decided to LEAVE ME .. :"((
not thought about by his resentment that I received when he said that.
This heart is like a very sharp knife cut.
fellings jumbled into one.
That I wanted to know "WHY HE'S SO BAD WITH ME? WHAT'S FAULT? WHY YOU MAKE MELIKE THIS DESTROYED?"
but all too late,, it's true he does not love me anymore ..
Initially I will not accept this decision
but I know that love does not have to have and love does not have to impose
Although the heart is sick I try to be patient to be patient and be patient ..
I always pray to God I hope he's feeling what I'm feeling right now ..
You do not feel it is now very congested heart sick that I feel when you leave me ..
but someday you will definitely feel it.
and now you already have a new lover again.
I know enough about you, and you now
I closed my sheets together this bitter betrayal to me your love
and do I open this new chapter in my life now ..
I hope someday you regret having made me like this ..
all our memories I used to be a good store in my heart ..
because it is a very beautiful memories, but painful. : ")
goodbye my prince ..
someday I'll find my prince charming again that more is more than you ..
goodbye ..
I hope you're happy with the girlfriend ..
byee 31-01-2001
Eva Setiani
Minggu, 12 Juni 2011
Jumat, 04 Februari 2011
Moment with Muhammad Faisal Rahman :*
It was first met with faisal... i'm so happy :))
Daybreak we were closer ..
and one day we travel to TMII.. yiippiiiiee.. :*
and one day we travel to TMII.. yiippiiiiee.. :*
and this is the picture:)
awawaw...I'm so ashamed .. ;) hihihihi... :))
This next photo..
![]() |
![]() |
waww .. This time we were in the palace of the kids:)
I'm so glad .. : *
This photo with the statue of Albert Eistein :))
After our trip we bought a bracelet to give our name on the bracelet...
Thanks a lot to my Faisal... :*
I'm so glad,, heehehe
and finally on 31-01-2011 we were Realitionship : *
yiiippiiieee I'm so Happy :)))
I love you Muhammad Faisal Rahman :*
Quite up here
goodbye.... :))
Sabtu, 15 Januari 2011
Manusia Makhluk Sempurna
Asslamu'alaikumm :)
Ma’a syiral muslimin wal muslimat rahimmakumullah,
Asal usul manusia adalah berasal dari air dan tanah. Atau dengan kata lain, jika seorang manusia ditinjau dari asal usulnya berarti ia bersifat jasmaniyah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling indah, paling tinggi, paling mulia dan paling sempurna, dengan demikian tidak ada makhluk lain di alam ini yang menyamai keberadaan manusia. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Tuhan berpangkal dari manusia itu sendiri yang memang sempurna dari segi fisik, mental, kemampuan dan karya-karyanya.
Bisa jadi manusia dan binatang keduanya mempunyai indera yang sama seperti mata, telinga dan lidah, namun yang menjadi tanda kemanusiaan manusia adalah bahwa ia mampu berbicara untuk menjelaskan, mendengar untuk menyadari dan mengerti, melihat untuk dapat membedakan dan mendapatkan petunjuk. Jika kemampuan-kemampuan ini hilang dari manusia, maka hilanglah kemanusiaannya dan derajatnya turun sama dengan binatang.
Seorang manusia dan seekor burung sama-sama mempunyai mata, tetapi mata manusia memiliki makna yang lebih luas, lebih kompleks dan lebih komplit. Fungsi mata burung pada dasarnya hanya untuk melihat benda-benda di sekitarnya dalam radius yang amat terbatas, tetapi mata manusia selain untuk melihat benda-benda di sekitarnya, yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, juga mempunyai fungsi-fungsi lain yang apabila dikombinasikan dengan usaha-usaha yang maksimal akan menghasilkan karya yang luar biasa dalam bidang ilmu dan teknologi.
Demikianlah, segala kelengkapan dan piranti manusia seperti panca indera, otak, bahkan rambut, kulit dan kuku dan sebagainya yang melekat pada diri manusia mempunyai makna yang jauh melebihi apa yang dimiliki binatang. Belum lagi kelengkapan fungsi mental manusia dengan berbagai kemampuannya seperti mencipta, berpikir, berintrospeksi dan sebagainya. Tentu saja aspek mental ini tidak dapat dipisahkan dengan aspek fisiknya, keduanya mesti berada dalam satu kesatuan yang membentuk diri manusia yang hidup dan berkembang.
Dalam pandangan Islam, manusia selalu dikaitkan dengan kisah tersendiri. Di dalamnya manusia tidak hanya digambarkan sebagai hewan tingkat tinggi, berjalan dengan dua kaki dan pandai berbicara, lebih dari itu. Menurut Al-Qur’an manusia lebih luhur dari apa yang didefinisikan oleh kata-kata tersebut. Dalam Al-Qur’an manusia disebut sebagai makhluk yang amat terpuji dan disebut pula sebagai makhluk yang amat tercela. Hal itu ditegaskan dalam berbagai ayat, bahkan ada pula yang ditegaskan dalam satu ayat, akan tetapi itu tidak berarti manusia dipuji dan dicela dalam waktu yang bersamaan.
Oleh karena itu, makhluk manusia sendirilah yang harus menetapkan sikap dan menentukan nasib akhir mereka sendiri, apakah menjadi makhluk yang terpuji, mencapai derajat yang tinggi atau sebaiknya menjadi makhluk yang lebih rendah derajatnya dibanding binatang serta tersesat. Keberadaan manusia semakin sempurna ketika Allah SWT mengangkatnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Manusia dibebani amanat untuk memakmurkan bumi ini ketika amanat itu ditolak oleh makhluk-makhluk Allah yang lain.
Manusia menerima amanat itu karena fitrahnya yang sanggup menerima beban amanat dan memikulnya, fitrah inilah yang menjadi tanda keistimewaan dan kelebihan manusia dibandingkan makhluk-makhluk yang lain, subhanallah. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik (kecantikan ataupun ketampanan seseorang), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua.
Wabillahit-taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum wr wb :))
Ma’a syiral muslimin wal muslimat rahimmakumullah,
Asal usul manusia adalah berasal dari air dan tanah. Atau dengan kata lain, jika seorang manusia ditinjau dari asal usulnya berarti ia bersifat jasmaniyah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling indah, paling tinggi, paling mulia dan paling sempurna, dengan demikian tidak ada makhluk lain di alam ini yang menyamai keberadaan manusia. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Tuhan berpangkal dari manusia itu sendiri yang memang sempurna dari segi fisik, mental, kemampuan dan karya-karyanya.
Bisa jadi manusia dan binatang keduanya mempunyai indera yang sama seperti mata, telinga dan lidah, namun yang menjadi tanda kemanusiaan manusia adalah bahwa ia mampu berbicara untuk menjelaskan, mendengar untuk menyadari dan mengerti, melihat untuk dapat membedakan dan mendapatkan petunjuk. Jika kemampuan-kemampuan ini hilang dari manusia, maka hilanglah kemanusiaannya dan derajatnya turun sama dengan binatang.
Seorang manusia dan seekor burung sama-sama mempunyai mata, tetapi mata manusia memiliki makna yang lebih luas, lebih kompleks dan lebih komplit. Fungsi mata burung pada dasarnya hanya untuk melihat benda-benda di sekitarnya dalam radius yang amat terbatas, tetapi mata manusia selain untuk melihat benda-benda di sekitarnya, yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, juga mempunyai fungsi-fungsi lain yang apabila dikombinasikan dengan usaha-usaha yang maksimal akan menghasilkan karya yang luar biasa dalam bidang ilmu dan teknologi.
Demikianlah, segala kelengkapan dan piranti manusia seperti panca indera, otak, bahkan rambut, kulit dan kuku dan sebagainya yang melekat pada diri manusia mempunyai makna yang jauh melebihi apa yang dimiliki binatang. Belum lagi kelengkapan fungsi mental manusia dengan berbagai kemampuannya seperti mencipta, berpikir, berintrospeksi dan sebagainya. Tentu saja aspek mental ini tidak dapat dipisahkan dengan aspek fisiknya, keduanya mesti berada dalam satu kesatuan yang membentuk diri manusia yang hidup dan berkembang.
Dalam pandangan Islam, manusia selalu dikaitkan dengan kisah tersendiri. Di dalamnya manusia tidak hanya digambarkan sebagai hewan tingkat tinggi, berjalan dengan dua kaki dan pandai berbicara, lebih dari itu. Menurut Al-Qur’an manusia lebih luhur dari apa yang didefinisikan oleh kata-kata tersebut. Dalam Al-Qur’an manusia disebut sebagai makhluk yang amat terpuji dan disebut pula sebagai makhluk yang amat tercela. Hal itu ditegaskan dalam berbagai ayat, bahkan ada pula yang ditegaskan dalam satu ayat, akan tetapi itu tidak berarti manusia dipuji dan dicela dalam waktu yang bersamaan.
Allah berfirman:Manusia berkali-kali diangkat derajatnya, berulangkali pula direndahkan. Mereka dinobatkan jauh mengungguli semua makhluk bumi dan bahkan para malaikat, tetapi pada saat yang sama, mereka bisa tak lebih berarti dibandingkan dengan syaitan terkutuk dan binatang jahanam sekalipun. Manusia dihargai sebagai makhluk yang mampu menaklukkan alam, namun bisa juga merosot menjadi yang rendah dari segala yang rendah.
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagikaan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A’raaf [7]: ayat 179)
Oleh karena itu, makhluk manusia sendirilah yang harus menetapkan sikap dan menentukan nasib akhir mereka sendiri, apakah menjadi makhluk yang terpuji, mencapai derajat yang tinggi atau sebaiknya menjadi makhluk yang lebih rendah derajatnya dibanding binatang serta tersesat. Keberadaan manusia semakin sempurna ketika Allah SWT mengangkatnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Manusia dibebani amanat untuk memakmurkan bumi ini ketika amanat itu ditolak oleh makhluk-makhluk Allah yang lain.
Manusia menerima amanat itu karena fitrahnya yang sanggup menerima beban amanat dan memikulnya, fitrah inilah yang menjadi tanda keistimewaan dan kelebihan manusia dibandingkan makhluk-makhluk yang lain, subhanallah. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik (kecantikan ataupun ketampanan seseorang), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua.
Allah berfirman:Ma’a syiral Muslimin wal muslimat rahimmakumullah,Apapun yang ada pada diri kita ini adalah yang terbaik menurut Allah SWT, jadi kita wajib mensyukuri apapun yang ada pada diri kita masing-masing.
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujurat [49]: ayat 13)
- Bagi yang diberi kemudahan rejeki, manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih dengan rejeki yang ada, perbanyak sadakah dan menyantuni anak-anak yatim.
- Bagi yang diberi kesempitan rejeki, tetaplah bersabar atas rejeki yang kita terima, tetaplah berusaha dengan cara yang halal, yang diridhai-Nya.
- Bagi yang diberi anggota tubuh yang sempurna, tanpa cacat, banyak-banyak bersyukur dan manfaatkan anggota tubuh yang sempurna ini dijalan Allah, untuk mendapatkan rahmat dan ridha-Nya.
- Bagi yang diberi tubuh yang tidak sempurna, itulah yang terbaik buat kita. Kita semua maunya mempunyai anggota tubuh yang sempurna…tapi Allah Maha Berkehendak… Kita tetap harus sabar dan optimis, bahwa tujuan akhir kita adalah kehidupan akhirat.. apapun kondisi kita ..yang penting adalah taqwa harus tetap kita jaga.
Wabillahit-taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum wr wb :))
Langganan:
Postingan (Atom)